Medan, 14 Oktober 2026 — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi situasi darurat dan bencana alam, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana Batch 1 bagi pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Medan Selayang.
Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 selama tiga hari ini dilaksanakan di UPT SMP Negeri 1 Medan. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan pendampingan psikososial kepada peserta didik, terutama ketika menghadapi situasi bencana alam seperti banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Program ini sejalan dengan upaya BBGTK Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk dalam aspek kesiapsiagaan dan penanganan bencana di lingkungan satuan pendidikan. Sebelumnya, BBGTK Sumatera Utara juga telah menyelenggarakan pelatihan bagi calon fasilitator daerah yang membahas konsep dasar dukungan psikososial, identifikasi kebutuhan psikososial, strategi pendampingan, serta komunikasi yang tepat dalam menghadapi situasi krisis.
Penguatan Kompetensi Guru dalam Pendampingan Psikososial
Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya dukungan psikososial bagi peserta didik yang mengalami atau terdampak situasi bencana. Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional, rasa aman, konsentrasi, serta kesiapan anak untuk kembali mengikuti pembelajaran.
Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung pemulihan peserta didik. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan untuk mengenali kebutuhan siswa, membangun komunikasi yang empatik, memberikan dukungan emosional awal, serta mengarahkan siswa kepada bantuan yang sesuai apabila diperlukan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA), yang menekankan pentingnya mengamati kondisi individu, mendengarkan secara empatik, memberikan kenyamanan, serta menghubungkan individu dengan sumber dukungan yang tersedia. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam mendukung pemulihan psikologis warga sekolah terdampak bencana.
Mempersiapkan Pembelajaran dalam Situasi Darurat
Selain membahas layanan dukungan psikososial, pelatihan ini juga memberikan perhatian pada keberlangsungan proses pendidikan ketika terjadi bencana. Guru perlu memiliki kesiapan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, termasuk ketika kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan secara normal di sekolah.
Persiapan pembelajaran dalam situasi darurat menjadi penting agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk memulihkan kondisi emosional dan sosialnya. Pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan anak diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan pendidikan serta mengurangi risiko tertinggalnya proses belajar akibat bencana.
Dengan demikian, kesiapsiagaan sekolah tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pendampingan dan memastikan kegiatan pendidikan dapat berlanjut sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Partisipasi SD Edu Global School Medan
Dalam kegiatan tersebut, SD Edu Global School Medan turut berpartisipasi melalui perwakilan sekolah yang mengikuti rangkaian pelatihan selama tiga hari. Keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik serta memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat yang dapat berdampak pada peserta didik dan lingkungan sekolah.
Melalui pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, hasil pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih tangguh, responsif, dan peduli terhadap kesejahteraan psikososial siswa. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dalam upaya membangun kesiapsiagaan sekolah, baik dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik maupun dalam mempersiapkan strategi pembelajaran ketika terjadi bencana.
Partisipasi ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat kesadaran bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga sebagai ruang aman bagi anak untuk memperoleh perlindungan, dukungan emosional, dan pendampingan dalam menghadapi situasi sulit.
Melalui sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan, diharapkan layanan dukungan psikososial dapat semakin diperkuat sehingga setiap peserta didik tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi situasi bencana.
SD Edu Global School Medan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan layanan pendidikan yang aman, tangguh, serta berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.
